News Lainnya
- SBY : Audit APBD Daerah yang Tak Tepat Sasaran
- Kisah Bocah yang Badannya Melengkung
- SBY Kecewa dengan Kepala Daerah
- Nadran ke XI digelar Pemkot Jakarta Utara
- Ada Sabu 2 kg, Apartemen mediterania Digerebeg
- Tumpahan Minyak Pertamina Banjiri Rumah Warga
- Dua Anggota Dewan Keroyok Orang Dipolisikan
- Dr Rudy Sutadi: “Istriku, Dr Lucky Aziza Bawazier Ternyata Berhati Serigala”
- Jelang Kebebasan dr Rudy dan Daftar Dosa Versi sang Eks Istri
- Jadwal Operasi Pasar DKI Jakarta
| Senin, 03 Agustus 2009 13:38 |
Lurah se-Kabupaten Ngawi Ribuan Lurah Dobrak Pendopo Bupati |
|
|
| M. Gunawan Abdillah - klikp21.com |
|
Kericuhan ini terjadi saat ribuan perangkat desa dan lurah se-Kabupaten Ngawi Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa di kantor pemkab setempat/menuntut seera direalisasikan tunjangan penghasilan tetap mereka. Merasa dihalang halangi ratusan aparat kepolisian dari Resort Ngawi dan Polwil Madiun, massa berusaha merangsek masuk menerobos blockade. Aksi dorong dan kericuhan pun tak terhindarkan . Meski sudah ada perwakilan yang masuk menemui/ massa sudah emosi lantaran tidak kunjung cair tuntutan mereka selama ini, dan berusaha masuk kedalam menemui Harsono, bupati Ngawi. Kericuhan reda setelah polisi meminta korlap aksi untuk dapat mengendalikan massanya dan menghalau massa yang berada di depan pintu gerbang. Kericuhan pun nyaris kembali terjadi saat sejumlah perwakilan massa berusaha masuk lantaran pintu gerbang masih ditutup petugas pol pp. Salah seorang perangkat naik ke atas pintu dan menunjuk nunjuk petugas untuk segera membuka pintu gerbang. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama setelah polisi meminta petugas pol pp untuk membuka gerbang/dan mempersilahkan perwakilan massa masuk. Dalam oratornya, massa merasa kecewa dengan aparat pemerintahan Ngawi yang hingga demo ke empat kalinya ini belum segera dicairkan tunjangan penghasilan tetap mereka. Padahal untuk di daerah daerah lain sudah dapat menikmati jerih payahnya bekerja 24 jam sebagai perangkat desa. Sementara itu, sebelum aksi unjuk rasa tersebut, sempat diwarnai kecelakaan lalu lintas antara rombongan pengendara aksi dengan rombongan para siswa yang sedang latihan baris berbaris dalam rangka 17 Agustusan di desa Madiasri Kecamatan Paron. Akibatnya sebanyak empat siswa dilarikan dan dirawat di RS Widodo karena menderita luka dibagian kaki. Menurut para siswa, saat dirinya dan teman temannya sebanyak 17 siswa sedang latihan baris di jalan namun tiba tiba datang rombongan konvoi pengunjukrasa dan langsung menabraknya dari belakang. Akibatnya sejumlah teman temannya mengalami luka luka di bagian kaki. Sementara hingga saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap peserta konvoi yang menabrak rombongan siswa tersebut dan ribuan perangkat desa lainnya hingga saat ini masih berunjuk rasa di kantor Bupati jalan Teuku Umar untuk menuntut penghasilan tetap yang belum dicairkan.
|
Informasi Pemasangan Iklan: hubungi Heri di heri@staff.klikp21.com, Telp 021 55782519 |
Hukum & Politik
| 29/07/2010 SBY Kecewa dengan Kepala Daerah JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku kecewa pada para kepala daerah yang dinilai tidak becus mengelola daerahnya. Kepala Negara m [ ... ] |
| 28/07/2010 Eks Gubernur NTB Ditahan NTB - Setelah berkali-kali menolak dan melakukan perlawanan atas upaya eksekusinya, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2004 – 2008, L [ ... ] |
| 28/07/2010 Ratu Munawaroh Mundur dari DPR JAKARTA - Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR-RI, Ratu Munawaroh, yang bolos selama 10 kali dalam masa sidang paripurna DPR periode 5 Apri [ ... ] |
| 28/07/2010 MUI : Korupsi Gunakan Pembuktian Terbalik JAKARTA - Penanganan korupsi juga menjadi sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mereka meminta aparat penegak hukum menggunakan pendekatan pembuktian [ ... ] |
| Lainnya |




www.klikp21.com@2009 | Best Viewer By Mozilla Firefox